Gejala dan Penyebab Hiperplasia Endometrium Yang Perlu Diwaspadai

Gejala dan Penyebab Hiperplasia Endometrium Yang Perlu Diwaspadai

Dewasa ini, mengenali apa saja gejala dan penyebab dari suatu penyakit, termasuk hiperplasia endometrium penting sekali dilakukan agar Anda bisa melakukan pencegahan dan pengobatan sedini mungkin.

Sehingga risiko penyakit semakin berkembang dan mengganas bisa dihentikan.

Gejala dan Penyebab Hiperplasia Endometrium Yang Perlu Diwaspadai

Hiperplasia endometrium atau lebih dikenal dengan penebalan dinding rahim memang banyak mempengaruhi perempuan dalam kelompok usia yang berbeda.

Ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon (estrogen) wanita, dengan kata lain penebalan abnormal dari dinding rahim ini terjadi karena peningkatan produksi estrogen dalam tubuh bersamaan dengan kurangnya produksi progesteron.

Hormon estrogen umumnya berfungsi untuk merangsang pertumbuhan lapisan dinding rahim dan progesteron berfungsi untuk mempertahankannya.

Saat rahim tidak mendapatkan sperma, lapisan dinding akan mengering sehingga hormon progesteron akan melepaskan lapisan dinding rahim yang menyering, dan kemudian di keluarkan melalui vagina ( menstruasi/haid ).

Setelah pelepasan dinding rahim mengering, lapisan tersebut akan digantikan dengan hormon estrogen baru dan siklus ini berlangsung selama sebulan sekali.

Jadi kesimpulannya, jika hormon progesteron lebih sedikit dari hormon estrogen, maka estrogen akan terus merangsang pertumbuhan lapisan dinding rahim. Hal inilah yang nantinya menyebabkan terjadinya hiperplasia endometrium atau penebalan dinding rahim.

Selain karena hormon estrogen, hiperplasia endometrium juga bisa disebabkan karena beberapa kondisi medis, di antaranya seperti:

  • Diabetes,
  • Terapi pergantian hormon,
  • Sindrom ovarium polikistik,
  • Kehilangan siklus haid,
  • Obesitas,
  • Belum pernah melahirkan,
  • Faktor keturunan, Pernah mengalami infeksi panggul,
  • Mengidap penyakit tertentu yang dapat menghalangi jalur darah menstruasi.

Penggunaan pil kontrasepsi dan merokok juga semakin meningkatkan risiko Anda terkena hiperplasia atau penebalan dinding rahim.

Kondisi ini tentu saja memerlukan penanganan medis serius, karena pada beberapa wanita, pertumbuhan hormon estrogen yang menyebabkan hiperplasia ini dapat menyebabkan terjadinya kanker.

Nah, mengingat bahayanya penyakit hiperplasia ini baiknya mulai dari sekarang Anda mengenali apa saja yang menjadi gejala hiperplasia endometrium sehingga komplikasi berbahaya seperti kanker tidak terjadi dan semakin berkembang di dalam tubuh Anda.

Gejala hiperplasia endometrium

Kebanyakan kasus, setiap pasien hiperplasia endometrium memiliki gejala yang berbeda. Namun, ada beberapa di antaranya yang memiliki gejala yang sama.

Dan beberapa gejala yang paling umum dirasakan penderita hiperplasia endometrium ialah :

  • Ketidaknyamanan atau rasa sakit di daerah rahim
  • Rasa sakit saat berhubungan intim
  • Siklus haid lebih pendek dari 21 hari (dihitung dari hari pertama masa haid dan pada hari pertama masa haid berikutnya), normalnya 28-30 hari sekali
  • Perdarahan tidak biasa setelah menopause
  • Keputihan tidak biasa
  • Denyut jantung yang sangat cepat
  • Sakit saat buang air kecil dan besar
  • Merasa tidak nyaman di perut, kembung
  • Sensasi panas pada tubuh bagian atas yang dialami kebanyakan wanita yang menjelang masa menopause ( hot flushes )
  • Kondisi vagina yang kering
  • Perdarahan berlangsung banyak dan lama saat menstruasi atau diluar masa menstruasi

Akibat beratnya perdarahan yang terjadi, kondisi ini membuat Anda atau siapapun wanita yang mengalaminya akan kehilangan banyak darah.

Sehingga memicu terjadinya anemia dengan gejala seperti lemah, lesu, letih, wajah tampak pucat, pusing, dan mata berkunang-kunang.

Sebagai pencegahannya, Anda bisa melakukan beberapa tips ini di rumah sebagai langkah untuk mengurangi risiko mengalami hiperplasia endometrium. .

Tips dan Langkah Mencegah Hiperplasia Endometrium

Jika Anda mengalami kelebihan berat badan,menurunkan berat badan bisa membantu Anda terhindar dari hiperplasia endometrium dan kanker endometrium. Mengingat kelebihan berat badan ini Tak hanya menyebabkan hiperplasia, tetapi meningkatkan risiko kanker endometrium.

Jika Anda sedang menjalani terapi hormon estrogen pasca menopause,Anda juga dianjurkan untuk menggunakan progestin atau progesteron.

Sedangkan jika periode menstruasi tidak teratur, pil KB mungkin disarankan karena pil ini berisi estrogen bersama dengan progesterin.

Baca juga : Pengobatan Alami Untuk Sembuhkan Hiperplasia Endometrium

Demikianlah gejala dan penyebab hiperplasia endmoetrium yang dapat admin bagikan pada artikel kali ini, semoga menambah wawasan Anda dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari Anda.

Posted by : Gejala dan Penyebab Hiperplasia Endometrium Yang Perlu Diwaspadai

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*